Bagaimana orang lain menilai kita, mungkin persis sama seperti kita menilai diri kita sendiri. Pada saat kita masih tetap tidak dapat menerima diri kita apa adanya, maka orang lain juga tidak dapat menerima kita apa adanya. Orang lain akan membuat perbandingan –perbandingan yang tidak adil atas diri kita. Tetapi di atas semua itu kita harus menerima penilaian itu dengan lapang dada. Dengan begitu, maka berubahlah cara menilai diri kita.
Setelah kita melakukan hal – hal baik untuk diri kita dengan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, maka biarkan orang lain dengan pikirannya.
Kalau seandainya kita masih juga menemukan orang lain yang selalu saja menggap kita “ berbeda “ atau kasarnya tidak istimewa, biarkanlah! Semua orang berhak menilai dengan asumsi dan pikirannya sendiri. Cobalah berpikir positif dan tetaplah melakukan koreksi diri. Karena, siapa tahu meskipun kita yakin sudah melakukan banyak hal baik dalam hidup kita, satu waktu kita lupa telaah melakukan kesalahan yang berimbas pada orang lain. Lupakan saja mengenai apa yang mereka pikirkan. Tutup telinga! Jangan biarkan orang lain mengharapkan terlalu banyak dari apa yang dapat kita berikan. Jangan membuat rugi diri sendiri Karena pikiran mereka yang sempit. Toh kita sudah melakukan yang terbaik, bukan?
Dan yang terpenting rasa sakit kita jangan dikompensasikan dengan menyakiti orang lain, kalau itu kita lakukan sama saja kita dengan mereka. Untuk itu sebelumnya kita sudah yakin kalau kita sudah melakukan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain. Lihat sisi positif dari pandangan orang mengenai diri kita. Yang paling tahu mengenai diri kita adalah kita sendiri
Selasa, 13 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

BW & follow u, wish u always fine. Please visit & follow me back....
BalasHapushttp://ifanqomarudin.blogspot.com/
Ayo semangat, posting lagi....